Hot!

Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini

Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah anak yang masih berusia 0 – 6 tahun yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa inilah pertumbuhan dan perkembangan anak sedang pesat – pesatnya. Pertumbuhan ini sangatlah penting karena dapat menentukan kehidupan anak kelak.

Saat anak dalam tahap perkembangan biasanya anak mempunyai karakteristik tertentu dan berbeda – beda ,dalam hal ini para orang tua dan pendidik PAUD harus mengetahui. Karena ini berkaitan langsung dengan proses pembelajaran yang akan di berikan. Berikut akan kami uraikan beberapa karakteristik anak usia dini yaitu ,sebagai berikut :

  • Merupakan pribadi yang unik. Tidak semua anak itu sama ,mereka pasti mempunyai keunikan dan kekhasannya tersendiri dalam hal bakat ,gaya belajar ,cara mengungkapkan sesuatu dan lain sebagainya. Meskipun banyak juga yang memiliki kesamaan dalam pola umum perkembangan anak usia dini. Keunikan yang dimiliki seorang anak berasal dari faktor genetis dan lingkungannya. Maka dari itu para orang tua dan pendidik sangat perlu menerapkan pendekatan secara individu saat menangani anak usia dini.
  • Mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Anak usia dini yang tumbuh kembangnya sangat bagus pasti mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi tentang semua yang ada disekitarnya. Saat mereka masih bayi rasa keingintahuannya ini ditunjukkan dengan meraih benda – benda apapun yang berada dalam jangkauannya. Setelah itu mereka akan memasukkan benda tersebut ke dalam mulutnya. Anak yang masih berusia 2 – 4 tahun biasanya dalam memenuhi rasa ingin tahunya dia akan membongkar segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Anak juga akan mulai sering rajin bertanya meski bahasanya masih sulit untuk dimengerti.
  • Masa paling potensial untuk belajar. Anak yang berusia 0 – 6 tahun biasanya sering dikenal dengan istilah Golden Age. Sebab anak yang berusia ini mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek. Pendidik harus bisa memberikan stimulasi yang tepat dan benar agar masa pekanya tidak terlewatkan. Pendidik juga harus mengajarinya dengan hal – hal yang positif yang bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
  • Mulai suka berimajinasi. Imajinasi merupakan kemampuan anak dalam menciptakan suatu obyek atau kejadian yang sifatnya tidak nyata. Anak yang masih berusia dini biasanya suka membayangkan berbagai hal yang jauh melampaui kondisi nyata. Tak sedikit pula yang hingga menciptakan adanya teman imajiner. Biasanya mereka sering menganggap hewan atau benda lainnya sebagai teman imajinernya.
  • Menunjukkan sikap egosentris. Ketika anak masih berusia dini bisanya anak akan memandang segala sesuatunya menurut cara pandangnya sendiri. Anak cenderung tak memperdulikan sudut pandang orang lain. Hal ini dapat dilihat dari  perilakunya saat meminta sesuatu entah itu mainan ,makanan atau yang lainnya pasti dia akan merengek dan menangis sampai keinginannya terpenuhi.
  • Memiliki daya konsentrasi yang pendek. Anak  yang masih berusia dini mempunyai daya konsentrasi yang pendek. Biasanya konsentrasinya akan mudah teralih pada hal lain ,terutama hal yang dapat menarik perhatiannya. Dalam hal ini sebagai pendidik hendaknya memperhatikan hal ini.
  • Merasa bagian dari makhluk sosial. Anak yang masih berusia dini mulai suka bermain dengan teman sebayanya. Dia mulai senang untuk belajar berbagi ,menunggu giliran hingga mau mengalah terhadap temannya. Jika anak memiliki rasa sosial sejak dini maka secara perlahan dapat membentuk konsep di dalam dirinya. Dia juga mulai belajar tentang caranya agar dapat diterima lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat penting karena anak akan mulai belajar bersikap dan berperilaku sesuai tuntutan yang ada di sekitarnya. Dia juga akan merasa membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *