Hot!

Jangan Sering Menangis Saat Hamil

Jangan Sering Menangis Saat Hamil

Ketika wanita sedang hamil, apa yang akan dimakan dan di minum sangatlah berpengaruh terhadap calon bayi yang sedang dikandung. Tahukah ladies ,bukan hanya itu saja yang dapat mempengaruhi calon bayi namun emosi yang kita rasakan ketika hamil ternyata juga dapat mempengaruhi calon janin yang ada di dalam kandungan.

Kestabilan emosi ketika sedang hamil ternyata sangatlah diperlukan. Ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa janin yang berusia enam bulan sudah dapat terpengaruhi oleh emosi si ibu. Dan memiliki efek yang negatif dalam jangka yang panjang. Kestabilan emosi ibu dapat menjadi awal pembentukan sikap dan perilaku si calon anak ke depannya. Biasanya wanita hamil yang sulit sekali menjaga kestabilan emosinya mudah sering menangis.

Lantas bagaimanakah jika ibu kerap sekali menangis ketika hamil ,apakah berpengaruh terhadap calon bayinya ??  Berikut penjelasannya.

Jangan terlalu stres ketika sedang hamil

Semua ibu yang hamil sesekali pasti akan merasa stres ringan. Mungkin hal ini tidak akan berdampak terlalu buruk terhadap janin yang ada di dalam kandungan. Namun jika stres yang dirasa sangatlah berat disertai dengan depresi, maka dapat berdampak buruk terhadap bayi yang ada di dalam kandungan.

Seorang wanita yang sedang hamil jika ia sering merasa stres dan cemas yang berlebih, maka nantinya bayi yang  akan dilahirkan bisa tumbuh menjadi anak yang gampang gelisah dan ketika menangis akan susah untuk didiamkan

Ketika bunda mengalami stres saat hamil, tubuh akan memproduksi hormon stres. Meski emosi kita tidak dapat melewati plasenta, namun hormon bisa. Jadi jika bunda sering mengalami stres ketika hamil, maka hormon stres yang diterima janin juga semakin banyak.

Jangan depresi disaat hamil

Depresi ketika hamil sama umumnya dengan depresi setelah persalinan. Ibu hamil sangat wajar jika mengalami depresi. Tapi, anda perlu ingat anda juga harus waspada karena efeknya  akan berdampak pada janin yang sedang dikandung. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang sedang mengalami depresi selama kehamilan memiliki risiko 1,5 kali lebih besar akan mengalami depresi saat berusia 18 tahun. Bukan hanya itu saja hal ini juga dapat membuat gangguan emosi seperti perilaku agresif.

Depresi yang bunda rasakan ketika hamil dapat mempengaruhi perkembangan bayi. Kalau ibu mengalami depresi ketika hamil dan tetap depresi setelah persalinan, bayi bisa berkembang dengan normal. Apabila si ibu yang sedang hamil mentalnya sehat  dan tetap sehat mentalnya setelah melahirkan, bayi juga bisa berkembang dengan normal. Hanya saja jika ada variabel yang berbeda, misalnya mental ibu sehat ketika hamil namun kemudian mengalami depresi pasca bersalin,maka tumbuh kembang bayi pun dapat terhambat.

Jangan menyimpan dendam atau benci saat hamil

Sebaiknya wanita yang sedang hamil tidak boleh terlalu benci dan menyimpan dendam terhadap seseorang. Menyimpan dendam atau kebencian ketika hamil dapat berdampak buruk untuk bayi yang ada didalam kandungan. Ibu yang tidak merasakan adanya kedekatan dengan bayi yang dikandungnya, nantinya si anak dapat mengalami gangguan emosi.

Jangan terlalu sering menangis saat hamil

Menangis dan bersedih ketika hamil itu boleh asal jangan terlalu berlebihan yaa. Jika anda terlalu berlebihan dalam bersedih maka dapat menyebabkan depresi dan stres. Hal ini lah yang akan berdampak buruk terhadap calon bayi yang ada di dalam kandungan. Maka dari itu sangat disarankan jika anda sedang hamil jangan terlalu bersedih dan menangis.

Pencarian:

  • timbul rasa benci dengan bayi yang dikandung saat hamil apakah bahaya

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *